September 1, 2026

Dalam rangka menyambut Bulan Sapar sekaligus menjaga kelestarian tradisi turun-temurun, Pemerintah Desa Sukarara, Kabupaten Lombok Timur, menggelar tradisi bubur beak

 

 

 

Lombok Timur Ritual adat bubur beak di Desa Sukarara yang di adakan tanggal 5 bulan Sapar tahun 1448 Hintiah atau bertepatan dengan tanggal 20 Juli tahun 2026 dengan mengusung tema “Refleksi Diri dan Harapan Baru untuk Desa yang Lebih Sejahtera”. Rangkaian acara dimulai sejak petang dengan pembacaan doa bersama dan zikir, yang menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas melimpahnya berkah alam di tanah Sukarara.

Kepala Desa Sukarara ( Sudirman SPd) menyatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur. “Ritual ini adalah pengingat bagi kita semua untuk selalu bersyukur dan mempererat tali silaturahmi. Meskipun zaman terus berkembang, adat dan budaya adalah identitas yang harus tetap kita jaga,” ungkapnya di hadapan awak media ini

Salah satu momen yang paling dinantikan warga adalah prosesi “ngalap berkah”, di mana warga secara tertib membagikan makanan tradisional yang telah didoakan. Selain aspek spiritual, acara ini juga mengedukasi generasi muda tentang pentingnya menjaga akar budaya.

Pemerintah Desa berharap rpelaksanaa itual bubur beak ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai agenda wisata budaya unggulan yang mampu menarik wisatawan untuk datang ke Desa Sukarara, sehingga selain melestarikan adat, juga dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi kreatif warga setempat.

Berita Terkait