Lombok Barat – Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 harus menjadi momentum untuk kembali melihat wajah masyarakat hari ini. Kemerdekaan bukan hanya tentang mengibarkan bendera dan mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga tentang memastikan rakyat mendapatkan keadilan, kesejahteraan, pelayanan yang layak dan pembangunan yang benar-benar dirasakan.
Ketua Semesta DPD Lombok Barat, Lalu Didi Hartawan, mengatakan bahwa Lombok Barat memiliki potensi besar, baik dari sektor pariwisata, pertanian, ekonomi maupun sumber daya masyarakat. Namun, potensi tersebut harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
«“Bagi kami, kemerdekaan bukan hanya tentang bagaimana kita merayakan 17 Agustus, tetapi bagaimana masyarakat merasakan kehadiran negara dalam kehidupan mereka. Ketika masih ada rakyat yang merasa belum mendapatkan keadilan dan pelayanan yang layak, maka perjuangan mengisi kemerdekaan belum selesai,” ujar Lalu Didi.»
Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya dilihat dari banyaknya program dan besarnya anggaran. Ukuran keberhasilan yang paling penting adalah seberapa besar manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Karena itu, kehadiran Semesta NTB di Lombok Barat akan diarahkan sebagai bagian dari kekuatan masyarakat sipil yang menjalankan fungsi kontrol sosial secara independen, objektif dan bertanggung jawab.
“Semesta NTB bukan organisasi yang hadir untuk memusuhi pemerintah. Tetapi Semesta juga tidak akan diam ketika ada persoalan masyarakat yang membutuhkan perhatian dan pengawalan,” tegasnya.
Ia menegaskan, jika pemerintah menjalankan kebijakan yang baik dan berpihak kepada masyarakat, Semesta akan memberikan apresiasi dan dukungan. Namun apabila terdapat kebijakan atau persoalan yang dinilai merugikan kepentingan masyarakat, Semesta akan menyampaikan kritik secara terbuka dengan tetap berpegang pada data, fakta, aturan hukum dan nilai-nilai keadilan.
«“Independen bagi kami bukan berarti anti-pemerintah. Independen berarti tidak menjadi alat kekuasaan dan tidak menjadi alat kepentingan kelompok tertentu. Kami berdiri di tengah masyarakat untuk memastikan suara rakyat tetap memiliki ruang,” katanya.»
Lalu Didi juga menekankan bahwa kritik harus tetap memiliki etika.
Kritik bukan kebencian. Pengawasan bukan fitnah. Perjuangan bukan provokasi. Dan keberanian tidak boleh meninggalkan hukum.
Semesta NTB, lanjutnya, akan terus membuka ruang bagi masyarakat Lombok Barat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi. Setiap aspirasi akan didengar, dikaji dan dikawal secara proporsional melalui mekanisme yang dapat dipertanggungjawabkan.
Terutama dalam persoalan yang berkaitan dengan pelayanan publik, pembangunan, pariwisata, ekonomi masyarakat, tata kelola pemerintahan dan kepentingan sosial lainnya.
«“Kami tidak ingin hanya hadir ketika persoalan sudah menjadi viral. Kami ingin hadir ketika masyarakat mulai menyampaikan persoalannya. Mendengar, mengkaji, menyampaikan dan mengawal,” ungkap Lalu Didi.»
Ia mengajak seluruh masyarakat Lombok Barat menjadikan HUT ke-81 Republik Indonesia sebagai momentum untuk memperkuat persatuan sekaligus memperkuat keberanian dalam menjaga kepentingan rakyat.
“Mari kita hormati pemerintah, tetapi jangan kehilangan keberanian untuk mengawasi. Mari kita jaga persatuan, tetapi jangan jadikan persatuan sebagai alasan untuk membungkam kritik. Dan mari kita isi kemerdekaan dengan memastikan pembangunan benar-benar berpihak kepada masyarakat,” tutupnya.

