Agustus 31, 2026

Wisatawan Soroti Pungutan Tak Jelas dan Kebersihan di Bukit Seger Lombok Tengah

Lombok Tengah – Seorang pengunjung melalui akun media sosial Threads bernama @faricayo mengangkat persoalan dugaan pungutan yang dinilai tidak transparan saat berkunjung ke objek wisata Bukit Seger, Kabupaten Lombok Tengah.

Berdasarkan video yang dibagikannya, wisatawan ini mengaku diminta membayar sebesar Rp10 ribu untuk memarkirkan sepeda motornya. Namun yang menjadi pertanyaan, tiket yang diserahkan kepadanya justru bertuliskan retribusi masuk Festival Bau Nyale, bukan tiket parkir sebagaimana mestinya.

Belum selesai di situ, saat hendak melanjutkan perjalanan menuju kawasan puncak bukit, ia kembali dimintai uang sebesar Rp10 ribu. Setelah ia menyampaikan keberatan karena merasa sudah membayar sebelumnya, petugas kemudian menurunkan jumlahnya menjadi Rp5 ribu. Saat meminta bukti tiket, ia kembali mendapati ketidaksesuaian — nominal yang tertera di tiket hanya Rp2.500.

Wisatawan tersebut menegaskan bahwa keberatannya bukan semata-mata pada besaran uang yang harus dikeluarkan, melainkan pada kurangnya transparansi serta ketidaksesuaian antara jenis pungutan dengan tiket yang diberikan kepada pengunjung.

Selain persoalan biaya, ia juga menyoroti kondisi kebersihan di kawasan wisata tersebut yang menurutnya masih banyak dijumpai sampah berserakan. Padahal, Bukit Seger memiliki keindahan pemandangan alam yang sangat luar biasa dan berpotensi menjadi daya tarik utama.

Melalui unggahan tersebut, ia berharap pihak pemerintah dapat segera turun tangan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan kawasan wisata, mencakup sistem pungutan retribusi maupun penanganan kebersihan lingkungan.

Berita Terkait